Jumat, 09 Oktober 2015

Tugas Softskill TOU



                                  TAUFIQ KURNIAWAN ( 1A114683)
                                            2KA31
1.    Pengertian organisasi dari beberapa tokoh
·                     Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
·                     James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
·                     Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
·                     Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
·                     Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikanorganisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
·                     Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakanorganisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.


·                     Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakanorganisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
·                     James D Mooney berpendapat bahwa Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
·                     Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
·                     Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.



Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Sumber :
http://slurppsss.wordpress.com/2010/10/03/definisi-para-ahli-tentang-organisasi-beserta-bentuknya/







2.  Ciri, Unsur Dan Jenis Perencanaan
 Ciri- ciri Sebuah Perencanaan
Dalam sebuah organisasi perencanaan mempunyai implikasi masa depan dan mengandung arti dibutuhkanya keahlian merancang rencana untuk tercapainya tujuan. Pada dasarnya rencana itu mempunyai 3 ciri- ciri yaitu:
1)      Perencanaan harus mengenai masa depan
2)      Perencanaan harus menyangkut suatu tindakan yang akan dilakukan
3)      Adanya suatu unsur identifikasi atau penyebab (causation) pribadi atau organisasi. Artinya,
adanya jalan tindakan dimasa depan akan diambil oleh perencanaan atau oleh orang lain yang di tunjuk dalam sebuah organisasi. Masa depan, tindakan, dan pelaksanaan pribadi atau organisasi adalah unsur- unsur yang perlu dalam setiap rencana.
Menurut Sigian, perencanaan yang baik dalam manajemen adalah perencanaan yang berciri sebagai 
berikut:
1)      Rencana harus memepermudah tercapainya tujuan yang telah di tentukan sebelumnya. Artinya, penyusunan suatu rencana tidak boleh dipandang sebagai tujuan, tetapi sebagai cara yang sifatnya sistematik intuk tercapainya suatu tujuan awal.
2)      Perencana harus sungguh- sungguh memahami hakikat tujuan yang ingin dicapai. Menyusun rencana merupakan salah satu fungsi organik yang harus dilakukan oleh setiap manajer.
3)      Pemenuhan keahlian teknis. Penyusunan suatu rencana yang kemudian disahkan manajer kemudian diserahkan kepada orang- orang yang memiliki berbagai jenis keahlian yang diperlukan. Agar rencana yang disusun itu terpadu dan komprehensif, maka anggota tim harus mampu bekerja sama sebagai satu tim yang kompak.
4)      Rencana harus disertai oleh suatu rincian yang cermat. Maksutnya, rencana tidak hanya mengandung jawaban terhadap pertanyaan: apa, di mana, bilamana, siapa dan mengapa. Tetapi, juga disertai penjabaranya dalam bentuk program kerja yang menyangkut segi kehidupan organisasi.
5)      Keterkaitan sebuah rencana dengan pelaksanaannya. Jika dikatakan bahwa suatu rencana  merupakan suatu bentuk keputusan, berarti hanya mempunyai makna bila dilaksanakan. Tepat tidaknya suatu rencana bukan terlihat dari cara perumusanya, tetapi pada pelaksanaanya.
6)      Kesederhanaan. Maksudnya adalah, kesederhanaan merupakan ciri rencana menyangkut berbagai hal seperti teknik penyusunannya, bahasanya, sistematikanya, formatnya, serta penekanan berbagai prioritasnya dan memperoleh pengertian yang sama dengan perencana. Kesederhanaan harus tidak mengurangi pentingnya kelengkapan rencana
B.Unsur-Unsur Perencanaan
Tujuan
Suatu rencana yang akan dilaksanakan harus mempunyai tujuan yang jelas dan mempunyai batasan akan tujuan tersebut (fokus). Dalam batasan ini dirinci tentang limit waktu yang akan dipakai, bagaimana cara pencapaian tujuan tersebut dan lain sebagainya.
Politik.
Yang dimaksud dengan politik ini adalah kewenangan, delegasi dan pertanggung jawaban dalam pelaksanaan sebuah rencana. Sehingga tujuan yang telah direncanakan akan berhasil.
Prosedur,
merupakan urutan tindakan atau kegiatan yang terorganisir dalam rangka pencapaian tujuan tersebut.
Anggaran atau budget 
merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pencapaian tujuan. Anggaran ini harus dibuat serealistis mungkin, sehingga beban dari pelaksanaan ini tidak tidak lah begitu berat.
Program, merupakan gabungan dari politik, prosedur dan anggaran serta perlu adanya alternatif tujuan bilamana tujuan utamanya tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan.
C.Jenis-Jenis Perencanaan
     Menurut Asnawir Ada tujuh jenis-jenis perencanaan, yang kesemua itu dilihat dari sudut pandang berbeda, di antara jenis-jenis perencanaan tersebut adalah:
Dilihat dari segi waktu
Dari segi waktu perencanaan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
Perencanaan jangka panjang, yang termasuk dalam perencanaan jangka panjang adalah rentang waktu sepuluh sampai tiga puluh tahun. Perencanaan jangka panjang ini bersifat umum, dan belum terperinci.
Perencanaan jangka menengah, jangka menengah biasanya mempunyai jangka waktu antara lima sampai sepuluh tahun.
Perencanaan jangka pendek, yaitu perencanaan yang mempunyai jangka waktu antar satu tahun sampai lima tahun.
Dilihat dari segi sifatnya
Perencanaan dibagi menjadi dua yaitu:
Perencanaan kuantitatif, yang termasuk perencaan kuantitatif adalah semua target dan sasaran dinyatakan dengan angka-angka.
Perencanaan kualitatif adalah perencanaaan yang ingin dicapai dinyatakan secara kualitas.
Perencanaan dari segi luas wilayah
Perencanaan pendidikan dipandang dari segi luas wilayah dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
Perencanaan local, yaitu perencanaan yang disusun dan ditetapkan oleh lembaga-lembaga yang ada di daerah-daerah dengan sifat yang terbatas.
Perencanaan regional adalah perencanaan yang ditetapkan di tingkat propinsi.
Perencanaan nasional, adalah perencanaan di suatau Negara dan dijadikan dasar untuk perencanaan local dan regional.
Perencanaan internasional yaitu perencanaan oleh bebebrapa Negara yang melewati batas-batas suatu negara yang dilaksanakan melalui dari Negara-negara tersebut.
Perencanaan dari segi luas jangkauan
Terbagi menjadi dua yaitu:
Perencanaan makro yaitu perencanaan yang bersifat universal, menyeluruh dan meluas.
Perencanaan mikro adalah perencanaan yang ditetapkan dan di susun berdasarkan kondisi dan situasi tertentu.
Dari segi prioritas pembuatnya
Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga:
Perencanaan sentralisasi, yaitu perencanaan yang ditentukan oleh pemerintah pusat pada suatu Negara.
Perencanaan desentralisasi yaitu perencanaan yang di susun oleh masing-masing wilayah.
Perencanaan dekonsentrasi yaitu perencanaan gabungan antara sentralisasi dengan desentralisasi.
Dari segi obyek
Perencanaan dibagi menjadi dua:
Perencanaan rutin yaitu perencanaan yang di susun untuk jangka waktu tertentu yang dilakukan setiap tahun.
Perencanaan eksendental, yaitu perencanaan yang di susun sesuai dengan kebutuhan yang mendesak pada saat tertentu.
Dari segi proses
Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
Perencanaan filosofikal, yaitu perencanaan yang bersifat umum, hanya berupa konsep-konsep dari nilai yang bersifat ideal dan masih memerlukan penafsiran-penafsiran dalam bentuk program.
Perencanaan programial adalah perencanaan berupa penjabaran dari perencanaan filosofikal.
Perencanaan operasional yaitu perencanaan yang jelas dan dapat dilakukan.
Ada juga yang membagi jenis perencanaan menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Rencana strategik
Yang disusun untuk mencapai tujuan umum organisasi, yaitu melaksanakan misi organisasi. Sering juga disebut Perencanaan Jangkah Panjang (longe range planning) adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut tujuan jangka panjang organisasi, kebijakan yang harus diperhatikan, serta strategi yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk melaksanakan strategi tersebut harus pula disusun program kerja yang terinci, mencakup kegiatan yang harus dilakukan, kapan harus dimulai, kapan harus selesai, dan siapa yang harus bertanggung jawab, serta sumber daya manusia yang diperlukan. Singkatnya perencanaan strategik adalah proses perencanaan jangka panjang yang sudah diformalkan, yang digunakan untuk merumuskan tujuan organisasi serta cara menghadapinya.
2. Rencana operasional
Yang merupakan rincian tentang bagaimana rencana strategik dilaksanakan. Rencana Operasional terdiri atas bentuk , yaitu : (1) rencana sekali pakai (single use plan) yakni rencana yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu dan dibubarkan segera setelah tujuan ini tercapai; (2) rencana permanen (standing plans), yakni pendekatan pendekatan yang sudah di standarisasi untuk menghadapi situasi berulang dan dapat diramalkan sebelumnya.

3. Bentuk – bentuk struktur organisasi dan kelemahan dan kebaikannya
 1. Organisasi Lini
Organisasi Garis / Lini adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung secara vertical dan sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya
Bentuk lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk jalur. Bentuk ini merupakan bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masa perkembangan industri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol.
·                     1.      Hubungan antara pimpinan & bawahan masih bersifat langsung melalui satu garis wewenang
·                     2.      Selain top manajer , manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana
·                     3.      Jumlah karyawan sedikit
·                     4.      Sarana dan alatnya terbatas
·                     5.      Bentuk lini pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer
·                     6.      Organisasi kecil
          Kebaikan dari struktur organisasi ini adalah : 
·                     1.   Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando.
·                     2.   Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar 
·                     3.    Proses decesion making berjalan cepat 
·                     4.   Disiplin dan loyalitas tinggi 
·                     5.    Rasa saling pengertian antar anggota tinggi
·         Kelemahan dari struktur organisasi ini adalah :
·                     1      Ada tendensi gaya kepernimpinan otokratis
·                     2      Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat
·                     3      Tujuan top manajer sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi
·                     4      Karyawan tergantung pada satu orang dalam organisasi

Gambar struktur organisasi Lini :





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJSzDcivCTEXWvXRhZrB2AJBw1DIPFvyQu8FdPIHl4FGAmBFEnbGiHbVqLduCYvJPRZyy-fSi24q9QZEvldd_WgS_uLJKpAMgFfFmd-oZ7ZnKX0_OunSaAr1s7JCCwdUPZV8sLj6pO3QY/s320/1.gif


        2.      Organisasi Lini dan Staf
Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung

Ciri :
·                     1      Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung
·                     2      Karyawan banyak
·                     3      Organisasi besar 
·                       Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi:
·                     1.    Personel lini
·                     2.   Personel staf
·         Kebaikan dari struktur organisasi ini adalah :
·                     1     Ada pembagian tugas yang jelas
·                     2     Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
·                     3     Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
·                     4    Staffing dilaksanakan sesuai prinsip the right man on the right place
·                     5    Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan
·         Kelemahan dari struktur organisasi ini adalah :
·                     1      Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan
·                     2      Proses decesion makin berliku-liku
·                     3     Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem patronage
·                     4      Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat lainnya

Gambar struktur organisasi Lini dan Staf



                                                                   
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhefaa7AqBzdTp6IDf_3GJ1aYyos5gWg5-qVmqwOORCJb-1iaVytt-rXGyx9qmLGzzDZRnGi34DTbbSdqaHaOv8rGsdSvAIkQq0kJ1HyyM8S5Sa__Nfd1Qb1JfHAaPKA7_ofVatzdllqgU/s320/2.gif





      3.  Organisasi Fungsional
Organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut      
      Ciri :
·                     1     Organisasi kecil
·                     2      Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli
·                     3      Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
·                     4      Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
·                     5      Pengawasan dilakukan secara ketat
·         Kebaikan dari struktur organisasi ini adalah :
·                     1      Program tearah, jelas dan cepat
·                     2      Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai
·                     3      Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat
·                     4      Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik
·                     5      Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik
·                     6      Solidaritas antar anggota yang tinggi
·                     7      Moral serta disiplin keija yang tinggi
·                     8      Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik
·                     9      Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi
·                     10  Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas
·                     11  Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis
·         Kelemahan dari struktur organisasi ini adalah :
·                     1      Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi
·                     2    Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan
·                     3      Insiatif perseorangan sangat dibatasi
·                     4      Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu
·                     5     Menekankan pada rutinitas tugas - kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang
·                     6      Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit
·                     7      Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi
·                     8     Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan
      Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut :
·                     1.      Lingkungan stabil
·                     2.      Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi
·                     3.      Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional
Gambar struktur organisasi Fungsional                                                                             
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhILcnOHIs0oucqbLLIOWYLtN5tUQHEEE3qse-xK3D-Tot8QTTx3fV0VmbNQf58J6FhyphenhyphenhLu29NTP4t2VDGFWOMYGI83dpOgXAw5TpvHKMlsXGs99ZynSm-sAw1u2RV3YVyuNgdJoUVuUio/s320/3.gif

  4.  Organisasi Lini dan Fungsional
Organisasi Lini dan Fungsional adalah organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi Komite lebih mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif/ presidium/plural executive” dan komite ini bersifat managerial. Komite dapat juga bersifat formal atau informal,komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu bagian dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagi secara khusus.
      Ciri :
·                     1      Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan
·                     2      Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional
·                     3      Pembagian kerja dan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon
·                     4  Strukutur organisasi tidak begitu kompleks. Biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, ketua-ketua seksi, dan para perugas
·                     5     Struktur organisasi secara relatif tidak permanea. Organisasi ini hanya dipakai sesuai kebutuhan atau kegiatan
·                     6     Tugas pimpinan dilasanakan secara kolektif
·                     7      Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang sama
·                     8      Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas
·         Kebaikan dari struktur organisasi ini adalah :
·                     1      Solodaritas tinggi
·                     2      Disiplin tinggi
·                     3      Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum
·                     4      Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
·                     5      Keputusan dapat diambil dengan baik dan tepat
·                     6      Kecil kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari pimpinan
·                     7      Usaha kerjasama bawahan mudah digalang
·         Kelemahan dari struktur organisasi ini adalah:
·                     1      Kurang fleksibel dan tour of duty
·                     2      Spesialisasi memberikan kejenuhan
·                     3      Proses pengambilan keputusan agak larnban karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan anggota organisasi
·                     4      Kalau terjadi kemacetan kerja, tidak seorang pun yang mau bertanggung jawab melebihi yang lain
·                     5      Para pelaksana sering bingung, karena perintah datangnya tidak dari satu orang saja
·                     6      Kreativitas nampaknya sukar dikembangkan, karena perintah pelaksanaan didasarkan pada kolektivitas
Organisasi panitia biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi
Gambar struktur organisasi Lini dan Fungsional
                                                                                                                                                              
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibfO0bMoLMwG99Pz6EZokRip8e1zO1O1136EVTv0eETAkdBZRr6s_gCFhPxobcA8gC-Q0oQLd22UOaUD4Q5SNIbY0K86O5_sxCQjid2FOAnNsPBQSspeJeXMS9tADZkh0aBtuGfy8xMm4/s320/4.gif
      5.      Organisasi Matrik
Organisasi matrik disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek yaitu or­ganisasi di mana penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang mempunyai ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikum­pulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan
Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi staf dan lini khususnya di bidang penelitian dan pengembangan
Organisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda di mana wewenang horison­tal diterima manajer proyek sedangkan wewenang fungsionalnya yaitu sesuai dcngan keahliannya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai, karena memang terlihat dalam struktur formalnya. Sebagai akibat anggota organisasi matrik mempunyai dua wewenang, hal ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatannya para anggotanya juga harus melaporkan kepada dua atasan
Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul, biasanya manajer proyck diberi jaminan untuk melaksanakan wewenangnya dalam memberikan perintah di mana manajer proyek tersebut akan langsung lapor kepada manajer puncak
·         Kelebihan dari struktur organisasi ini adalah :
Pada fleksibelitas dan kemampuannya dalam memperhatikan masalah-masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang unik serta pelaksanaan kegiatan organisasi matrik tidak mengganggu struktur organisasi yang ada
·         Kelemahan dari struktur organisasi ini adalah :
Manajer proyek tak bisa mengkoor­dinir berbagai bagian yang berbeda hingga menghadapi kesulitan dalam mengembangkan team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pclaksanaan perintah untuk masing-masing individu. Untuk mengatasi kesulitan yang mungkin timbul, maka manajer proyek biasanya diberi wewenang khusus yang penting, misalnya: dalam menentukan gaji, mempromosikan atau melakukan perlakuan personalia
Gambar struktur organisasi Matrix
                                                                                                                                                  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieVYGtMoci1idnYU9vhQG8OPRgLWsk7eNVvYuKYehXKFeg_CrAm5twvIGNDOnUyvwTcYNlVnwaqknoo2OPDPAU4GKrVKZE6G48ngg6cPKIPJi1YdcvQOB3XPX9QpoKjcVJrw8fvYsSMi4/s320/5.gif
       6.      Organisasi Komite
Organisasi komite adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen
Organisasi komite terdiri dari :
      1      Executive Committe (Pimpinan komite)
 Yaitu para anggotanya mempunayi wewenang lini
      2      Staff Committee
Yaitu orang-orang yang hanya mempunyai wewenang staf
·         Kelebihan dari struktur organisasi ini adalah :
·                     1      Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
·                     2      Kepemimpinan yang bersifat otokratis sangat kecil
·                     3      Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin
       Kelemahan dari struktur organisasi ini adalah :
·                     1      Proses decesion making sangat lamban
·                     2      Biaya operasional rutin sangat tinggi
·                     3      Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar