2KA31
1. Pengertian organisasi dari beberapa tokoh
·
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola
hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan
mengejar tujuan bersama.
·
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah
bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
·
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah
merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih.
·
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah
kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan
sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang
relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok
tujuan.
·
Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikanorganisasi
ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang
bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu
tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang /
beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut
dengan bawahan.
·
Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakanorganisasi ialah
suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok
yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan
alat dan wadah saja.
·
Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakanorganisasi
adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara
sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk
bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
·
James D Mooney berpendapat bahwa Organization is the
form of every human, association for the assignment of common purpose atau
organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan
bersama.
·
Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa Organisasi
adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a
system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan
misi yang sama.
·
Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa Organisasi
adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang
bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. (Organization is a collection
people, arranged into groups, working together to achieve some common
objectives).
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh
beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan
perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi
yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh
masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan
sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga
menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai
suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti
keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi
perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka
menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif
teratur.
Sumber :
http://slurppsss.wordpress.com/2010/10/03/definisi-para-ahli-tentang-organisasi-beserta-bentuknya/
2.
Ciri,
Unsur Dan Jenis Perencanaan
Ciri- ciri Sebuah Perencanaan
Dalam sebuah organisasi perencanaan mempunyai
implikasi masa depan dan mengandung arti dibutuhkanya keahlian merancang
rencana untuk tercapainya tujuan. Pada dasarnya rencana itu mempunyai 3 ciri-
ciri yaitu:
1) Perencanaan
harus mengenai masa depan
2) Perencanaan
harus menyangkut suatu tindakan yang akan dilakukan
adanya jalan tindakan dimasa depan akan diambil oleh
perencanaan atau oleh orang lain yang di tunjuk dalam sebuah organisasi. Masa
depan, tindakan, dan pelaksanaan pribadi atau organisasi adalah unsur- unsur
yang perlu dalam setiap rencana.
Menurut Sigian, perencanaan yang baik dalam manajemen
adalah perencanaan yang berciri sebagai
berikut:
1) Rencana harus
memepermudah tercapainya tujuan yang telah di tentukan sebelumnya. Artinya,
penyusunan suatu rencana tidak boleh dipandang sebagai tujuan, tetapi sebagai
cara yang sifatnya
sistematik
intuk tercapainya suatu tujuan awal.
2) Perencana harus
sungguh- sungguh memahami hakikat tujuan yang ingin dicapai. Menyusun rencana
merupakan salah satu fungsi organik yang harus dilakukan oleh setiap manajer.
3) Pemenuhan
keahlian teknis. Penyusunan suatu rencana yang kemudian disahkan manajer
kemudian diserahkan kepada orang- orang yang memiliki berbagai jenis keahlian
yang diperlukan. Agar rencana yang disusun itu terpadu dan komprehensif, maka
anggota tim harus mampu bekerja sama sebagai satu tim yang kompak.
4) Rencana harus
disertai oleh suatu rincian yang cermat. Maksutnya, rencana tidak hanya
mengandung jawaban terhadap pertanyaan: apa, di mana, bilamana, siapa dan
mengapa. Tetapi, juga disertai penjabaranya dalam bentuk program kerja yang
menyangkut segi kehidupan organisasi.
5) Keterkaitan
sebuah rencana dengan pelaksanaannya. Jika dikatakan bahwa suatu
rencana merupakan suatu bentuk keputusan, berarti hanya mempunyai
makna bila dilaksanakan. Tepat tidaknya suatu rencana bukan terlihat dari cara
perumusanya, tetapi pada pelaksanaanya.
6) Kesederhanaan.
Maksudnya adalah, kesederhanaan merupakan ciri rencana menyangkut berbagai hal
seperti teknik penyusunannya, bahasanya, sistematikanya, formatnya, serta
penekanan berbagai prioritasnya dan memperoleh pengertian yang sama dengan
perencana. Kesederhanaan harus tidak mengurangi pentingnya kelengkapan rencana
B.Unsur-Unsur Perencanaan
Tujuan.
Suatu rencana yang akan dilaksanakan harus mempunyai
tujuan yang jelas dan mempunyai batasan akan tujuan tersebut (fokus). Dalam
batasan ini dirinci tentang limit waktu yang akan dipakai, bagaimana cara
pencapaian tujuan tersebut dan lain sebagainya.
Politik.
Yang dimaksud dengan politik ini adalah kewenangan,
delegasi dan pertanggung jawaban dalam pelaksanaan sebuah rencana. Sehingga
tujuan yang telah direncanakan akan berhasil.
Prosedur,
merupakan urutan tindakan atau kegiatan yang
terorganisir dalam rangka pencapaian tujuan tersebut.
Anggaran atau budget
merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pencapaian
tujuan. Anggaran ini harus dibuat serealistis mungkin, sehingga beban dari
pelaksanaan ini tidak tidak lah begitu berat.
Program, merupakan gabungan dari politik, prosedur dan
anggaran serta perlu adanya alternatif tujuan bilamana tujuan utamanya tidak
tercapai sebagaimana yang diharapkan.
C.Jenis-Jenis Perencanaan
Menurut Asnawir Ada tujuh
jenis-jenis perencanaan, yang kesemua itu dilihat dari sudut pandang berbeda,
di antara jenis-jenis perencanaan tersebut adalah:
Dilihat dari segi waktu
Dari segi waktu perencanaan dapat dibagi menjadi tiga
yaitu:
Perencanaan jangka panjang, yang termasuk dalam
perencanaan jangka panjang adalah rentang waktu sepuluh sampai tiga puluh
tahun. Perencanaan jangka panjang ini bersifat umum, dan belum terperinci.
Perencanaan jangka menengah, jangka menengah biasanya
mempunyai jangka waktu antara lima sampai sepuluh tahun.
Perencanaan jangka pendek, yaitu perencanaan yang
mempunyai jangka waktu antar satu tahun sampai lima tahun.
Dilihat dari segi sifatnya
Perencanaan dibagi menjadi dua yaitu:
Perencanaan kuantitatif, yang termasuk perencaan
kuantitatif adalah semua target dan sasaran dinyatakan dengan angka-angka.
Perencanaan kualitatif adalah perencanaaan yang ingin
dicapai dinyatakan secara kualitas.
Perencanaan dari segi luas wilayah
Perencanaan pendidikan dipandang dari segi luas
wilayah dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
Perencanaan local, yaitu perencanaan yang disusun dan
ditetapkan oleh lembaga-lembaga yang ada di daerah-daerah dengan sifat yang
terbatas.
Perencanaan regional adalah perencanaan yang
ditetapkan di tingkat propinsi.
Perencanaan nasional, adalah perencanaan di suatau
Negara dan dijadikan dasar untuk perencanaan local dan regional.
Perencanaan internasional yaitu perencanaan oleh
bebebrapa Negara yang melewati batas-batas suatu negara yang dilaksanakan
melalui dari Negara-negara tersebut.
Perencanaan dari segi luas jangkauan
Terbagi menjadi dua yaitu:
Perencanaan makro yaitu perencanaan yang bersifat
universal, menyeluruh dan meluas.
Perencanaan mikro adalah perencanaan yang ditetapkan
dan di susun berdasarkan kondisi dan situasi tertentu.
Dari segi prioritas pembuatnya
Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga:
Perencanaan sentralisasi, yaitu perencanaan yang
ditentukan oleh pemerintah pusat pada suatu Negara.
Perencanaan desentralisasi yaitu perencanaan yang di
susun oleh masing-masing wilayah.
Perencanaan dekonsentrasi yaitu perencanaan gabungan
antara sentralisasi dengan desentralisasi.
Dari segi obyek
Perencanaan dibagi menjadi dua:
Perencanaan rutin yaitu perencanaan yang di susun
untuk jangka waktu tertentu yang dilakukan setiap tahun.
Perencanaan eksendental, yaitu perencanaan yang di
susun sesuai dengan kebutuhan yang mendesak pada saat tertentu.
Dari segi proses
Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
Perencanaan filosofikal, yaitu perencanaan yang
bersifat umum, hanya berupa konsep-konsep dari nilai yang bersifat ideal dan
masih memerlukan penafsiran-penafsiran dalam bentuk program.
Perencanaan programial adalah perencanaan berupa
penjabaran dari perencanaan filosofikal.
Perencanaan operasional yaitu perencanaan yang jelas
dan dapat dilakukan.
Ada juga yang membagi jenis perencanaan menjadi 2
jenis, yaitu:
1. Rencana strategik
Yang disusun untuk mencapai tujuan umum organisasi,
yaitu melaksanakan misi organisasi. Sering juga disebut Perencanaan Jangkah
Panjang (longe range planning) adalah proses pengambilan keputusan yang
menyangkut tujuan jangka panjang organisasi, kebijakan yang harus diperhatikan,
serta strategi yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk
melaksanakan strategi tersebut harus pula disusun program kerja yang terinci,
mencakup kegiatan yang harus dilakukan, kapan harus dimulai, kapan harus
selesai, dan siapa yang harus bertanggung jawab, serta sumber daya manusia yang
diperlukan. Singkatnya perencanaan strategik adalah proses perencanaan jangka
panjang yang sudah diformalkan, yang digunakan untuk merumuskan tujuan
organisasi serta cara menghadapinya.
2. Rencana operasional
Yang merupakan rincian tentang bagaimana rencana
strategik dilaksanakan. Rencana Operasional terdiri atas bentuk , yaitu : (1)
rencana sekali pakai (single use plan) yakni rencana yang disusun untuk
mencapai tujuan tertentu dan dibubarkan segera setelah tujuan ini tercapai; (2)
rencana permanen (standing plans), yakni pendekatan pendekatan yang sudah di
standarisasi untuk menghadapi situasi berulang dan dapat diramalkan sebelumnya.
3. Bentuk – bentuk struktur
organisasi dan kelemahan dan kebaikannya
1. Organisasi Lini
Organisasi Garis / Lini adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung
secara vertical dan sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya
Bentuk lini juga disebut bentuk lurus
atau bentuk jalur. Bentuk ini merupakan bentuk yang dianggap paling tua dan
digunakan secara luas pada masa perkembangan industri pertama. Organisasi Lini
ini diciptakan oleh Henry Fayol.
·
1. Hubungan antara pimpinan &
bawahan masih bersifat langsung melalui satu garis wewenang
·
2. Selain top manajer , manajer
dibawahnya hanya sebagai pelaksana
·
3. Jumlah karyawan sedikit
·
4. Sarana dan alatnya terbatas
·
5. Bentuk lini pada perusahaan
perseorangan, pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer
·
6. Organisasi kecil
Kebaikan
dari struktur organisasi ini adalah :
·
1. Atasan dan bawahan
dihubungkan dengan satu garis komando.
·
2. Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh
anggota organisasi besar
·
3. Proses decesion making berjalan cepat
·
4. Disiplin dan loyalitas tinggi
·
5. Rasa saling pengertian antar anggota
tinggi
· Kelemahan
dari struktur organisasi ini adalah :
·
1 Ada tendensi gaya kepernimpinan
otokratis
·
2 Pengembangan kreatifitas karyawan
terhambat
·
3 Tujuan top manajer sering tidak bisa
dibedakan dengan tujuan organisasi
·
4 Karyawan tergantung pada satu orang
dalam organisasi
Gambar struktur organisasi Lini :
2. Organisasi
Lini dan Staf
Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional.
Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari
seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran
dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para
staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan
pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada
pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau
kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan
bawahan tidak secara langsung
Ciri :
Ciri :
·
1 Hubungan atasan dan bawahan tidak
seluruhnya secara langsung
·
2 Karyawan
banyak
·
3 Organisasi besar
·
Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan
adanya spesialisasi:
·
1. Personel lini
·
2. Personel staf
· Kebaikan
dari struktur organisasi ini adalah :
·
1 Ada pembagian tugas yang jelas
·
2 Kerjasama dan
koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
·
3 Pengembangan
bakat segenap anggota organisasi terjamin
·
4 Staffing
dilaksanakan sesuai prinsip the right man on the right place
·
5 Bentuk
organisasi ini fleksibel untuk diterapkan
· Kelemahan
dari struktur organisasi ini adalah :
·
1 Tugas
pokok orang-orang sering dinomorduakan
·
2 Proses decesion makin berliku-liku
·
3 Jika pertimbangan
tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem patronage
·
4 Persaingan
tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat lainnya
Gambar struktur organisasi Lini dan Staf
3. Organisasi Fungsional
Organisasi fungsional diciptakan oleh
F.W.Taylor yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan
pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam
satuan bidang pekerjaan tertentu. Struktur ini berawal dari konsep adanya
pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai
wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya
dengan fungsi atasan tersebut
Ciri :
Ciri :
·
1 Organisasi kecil
·
2 Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok
kerja staf ahli
·
3 Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
·
4 Target yang hendak dicapai jelas dan
pasti
·
5 Pengawasan dilakukan secara ketat
· Kebaikan
dari struktur organisasi ini adalah :
·
1 Program
tearah, jelas dan cepat
·
2 Anggaran,
personalia, dan sarana tepat dan sesuai
·
3 Kenaikan pangkat pejabat fungsional
cepat
·
4 Adanya pembagian tugas antara kerja
pikiran dan fisik
·
5 Dapat dicapai tingkat spesialisasi
yang baik
·
6 Solidaritas antar anggota yang tinggi
·
7 Moral serta disiplin keija yang tinggi
·
8 Koordinasi antara anggota berjalan
dengan baik
·
9 Mempromosikan ketrampilan yang
terspesialisasi
·
10 Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas
·
11 Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis
· Kelemahan
dari struktur organisasi ini adalah :
·
1 Pejabat fungsional bingung dalam
mengikuti prosedur administrasi
·
2 Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi
dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan
·
3 Insiatif perseorangan sangat dibatasi
·
4 Sulit untuk melakukan pertukaran
tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu
·
5 Menekankan pada rutinitas tugas - kurang
memperhatikan aspek strategis jangka panjang
·
6 Menumbuhkan perspektif fungsional yang
sempit
·
7 Mengurangi komunikasi dan koordinasi
antar fungsi
·
8 Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi dan
kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan
Dan tipe
fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut :
·
1. Lingkungan stabil
·
2. Tugas bersifat rutin dan tidak banyak
perubahan terjadi
·
3. Mengutamakan efisiensi dan
kapabilitas fungsional
Gambar struktur organisasi Fungsional
4. Organisasi Lini dan
Fungsional
Organisasi Lini dan Fungsional adalah organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang
sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi Komite lebih mengutamakan pimpinan,
artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif/ presidium/plural
executive” dan komite ini bersifat managerial. Komite dapat juga bersifat
formal atau informal,komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu bagian dari
struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagi
secara khusus.
Ciri :
·
1 Tidak tampak adanya pembedaan tugas
pokok dan bantuan
·
2 Spesialisasi secara praktis pada
pejabat fungsional
·
3 Pembagian kerja dan wewenang tidak
membedakan perbedaan tingkat eselon
·
4 Strukutur organisasi tidak begitu kompleks. Biasanya terdiri
dari ketua, sekretaris, bendahara, ketua-ketua seksi, dan para perugas
·
5 Struktur organisasi secara relatif tidak
permanea. Organisasi ini hanya dipakai sesuai kebutuhan atau kegiatan
·
6 Tugas pimpinan dilasanakan secara kolektif
·
7 Semua anggota pimpinan mempunyai hak,
wewenang dan tanggung jawab yang sama
·
8 Para pelaksana dikelompokkan menurut
tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas
· Kebaikan
dari struktur organisasi ini adalah :
·
1 Solodaritas tinggi
·
2 Disiplin tinggi
·
3 Produktifitas tinggi karena
spesialisasi dilaksanakan maksimum
·
4 Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin
atau teknis tidak dikerjakan
·
5 Keputusan dapat diambil dengan baik
dan tepat
·
6 Kecil kemungkinan penggunaan kekuasaan
secara berlebihan dari pimpinan
·
7 Usaha kerjasama bawahan mudah digalang
· Kelemahan
dari struktur organisasi ini adalah:
·
1 Kurang fleksibel dan tour of duty
·
2 Spesialisasi memberikan kejenuhan
·
3 Proses pengambilan keputusan agak
larnban karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan anggota organisasi
·
4 Kalau terjadi kemacetan kerja, tidak
seorang pun yang mau bertanggung jawab melebihi yang lain
·
5 Para pelaksana sering bingung, karena
perintah datangnya tidak dari satu orang saja
·
6 Kreativitas nampaknya sukar
dikembangkan, karena perintah pelaksanaan didasarkan pada kolektivitas
Organisasi panitia biasanya terdiri dari
ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi
Gambar struktur organisasi Lini dan
Fungsional
5. Organisasi Matrik
Organisasi matrik disebut juga sebagai
organisasi manajemen proyek yaitu organisasi di mana penggunaan struktur
organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang mempunyai ketrampilan di
masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu
untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan
Organisasi matrik digunakan berdasarkan
struktur organisasi staf dan lini khususnya di bidang penelitian dan
pengembangan
Organisasi matrik akan menghasilkan
wewenang ganda di mana wewenang horisontal diterima manajer proyek sedangkan
wewenang fungsionalnya yaitu sesuai dcngan keahliannya dan tetap akan melekat
sampai proyek selesai, karena memang terlihat dalam struktur formalnya. Sebagai
akibat anggota organisasi matrik mempunyai dua wewenang, hal ini berarti bahwa
dalam melaksanakan kegiatannya para anggotanya juga harus melaporkan kepada dua
atasan
Untuk mengatasi masalah yang mungkin
timbul, biasanya manajer proyck diberi jaminan untuk melaksanakan wewenangnya
dalam memberikan perintah di mana manajer proyek tersebut akan langsung lapor
kepada manajer puncak
· Kelebihan
dari struktur organisasi ini adalah :
Pada fleksibelitas dan kemampuannya
dalam memperhatikan masalah-masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang
unik serta pelaksanaan kegiatan organisasi matrik tidak mengganggu struktur
organisasi yang ada
· Kelemahan
dari struktur organisasi ini adalah :
Manajer proyek tak bisa mengkoordinir
berbagai bagian yang berbeda hingga menghadapi kesulitan dalam mengembangkan
team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pclaksanaan perintah untuk
masing-masing individu. Untuk mengatasi kesulitan yang mungkin timbul, maka
manajer proyek biasanya diberi wewenang khusus yang penting, misalnya: dalam
menentukan gaji, mempromosikan atau melakukan perlakuan personalia
Gambar struktur organisasi Matrix
6. Organisasi Komite
Organisasi komite
adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa
komite atau dewan atau board dengan
pluralistic manajemen
Organisasi komite terdiri dari :
1 Executive Committe (Pimpinan komite)
Yaitu para anggotanya mempunayi
wewenang lini
2 Staff Committee
Yaitu orang-orang yang hanya mempunyai
wewenang staf
· Kelebihan
dari struktur organisasi ini adalah :
·
1 Pelaksanaan decision making
berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
·
2 Kepemimpinan yang bersifat otokratis
sangat kecil
·
3 Dengan adanya tour of duty maka
pengembangan karier terjamin
Kelemahan
dari struktur organisasi ini adalah :
·
1 Proses decesion making sangat lamban
·
2 Biaya operasional rutin sangat tinggi
·
3 Kalau ada masalah sering kali terjadi
penghindaran siapa yang bertanggung




