1. 1. Jelaskan perbedaan data raster dan
data vector serta jelaskan model data raster dan data vector beserta contohnya!
Data Raster
Model data raster menampilkan, menempatkan dan menyimpan data keruangan dengan
menggunakan struktur matriks atau piksel – piksel yang membentuk grid. Data
raster memberikan informasi keruangan apa yang terjadi dimana saja dalam bentuk
gambaran yang digenelarisir. (Sumber buku penuntun SIG. 2016). Data raster
dihasilkan dari sistem penginderaan jauh dan sangat baik untuk
merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah,
kelembaban tanah, suhu, dan lain-lain. Contoh : peta raster yang diambil dari
satelit cuaca.
Data Vektor
Model data vektor menampilkan, menempatkan dan menyimpan data keruangan dengan
menggunakan titik – titik, garis atau kurva, poligon beserta atributnya. Data vektor adalah data yang
direkam dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan
menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area (polygon).
Contoh :
peta lokal jalan
2. 2. Jelaskan
fitur dunia nyata dan berika contohya!
SIG menyajikan pandangan atau persepsi terhadap dunia nyata (real world).
Untuk menghasilkan persepsi ini dilibatkan proses-proses yang jarang sekali
bersifat langsung dan mudah difahami seketika, karena dunia nyata (realitas)
bersifat tidak teratur (irregular), kompleks, dan secara bertahap mengalami
perubahan yang tidak mudah diprediksi. Dengan demikian, persepsi dari dunia
nyata akan sangat bergantung pada si pengamat (subjektif). Sebagai contoh,
seorang surveyor boleh saja memandang suatu jalan (raya) sebagai dua garis
batas (sisi) yang akan disurvey, sementara seorang pekerja jalan raya menganggapnya
sebagai permukaan aspal yang akan dipertebal, dan seorang pengendara menganggapnya
sebagai jalur atau route dimana kendaraanya harus lewat.
3. 3. Jelaskan sumber-sumber data GIS!
- Data
lapangan. Data ini diperoleh langsung dari pengukuran lapangan secara langsung,
seperti misalnya pH tanah, salinitas air, curah hujan, jenis tanah, dan
sebagainya;
- Data peta.
Informasi yang lebih terekam pada peta kertas atau film, dikonversikan ke dalam
bentuk digital. Misalnya, peta geologi, peta tanah dan sebagainya. Apabila data
sudah terekam dalam bentuk peta, tidak lagi diperlukan data lapangan, kecuali
untuk mengecek kebenarannya.
- Data citra
pengideraan jauh. Citra penginderaan jauh yang berupa foto udara atau radar dapat
diinterpretasi terlebih dahulu sebelum dikonversi ke dalam bentuk digital.
Sementara itu, citra yang diperoleh dari satelit yang sudah dalam bentuk
digital dapat langsung digunakan setelah diadakan koreksi seperlunya.
- Data
spasial berbentuk vector: data ini bersumber dari peta topografi dan
peta tematik lainnya;
- Data
spasial berbentuk raster: data ini bersumber dari hasil rekaman satelit atau
pemotretan udara;
- Data
alphanumeric: data ini bersumber dari catatan statistik atau sumber lainnya,
yang sifatnya sebagai deskripsi langsung atau sebagai tambahan data spasial.
4. 4. Jelaskan konsep kerja GPS dan
berikan contoh data disertai penjelasan!
Sebuah GPS bekerja seperti ponsel, namun jika
ponsel menerima sinyal radio dari perusahaan telepon, GPS menerima sinyal dari
satelit yang mengelilingi bumi. Dengan menerima sinyal tersebut dari satelit,
sebuah GPS dapat memperhitungkan dengan tepat posisi Anda di permukaan bumi.
GPS merekam lokasi ini dalam bentuk koordinat, dimana terdapat dua buah nomor
yang panjang. Satu nomor menunjukan sejauh mana posisi Anda dari Timur atau
Barat - biasa disebut garis bujur. Nomor yang kedua menunjukan
sejauh mana posisi Anda dari Utara atau Selatan - biasa disebut garis
lintang. Setiap tempat di bumi memliki koordinat geografis yang unik.
Sebagai contoh: -8.639298 Lintang, 116.311607
Bujur: merupakan sebuah lokasi di Lombok, Indonesia.